Langsung ke konten utama

Postingan

Mengenal Tradisi Payaking Suku Abui

Postingan terbaru

Takpala

Takpala adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Disaat berada di kampung ini, Anda merasakan langsung keindahan alam pemandangan yang terdapat dan merasakan kesegaran udara yang dimungkinkan tergolong masih asri dan asli. Pemandangan alam yang bisa Anda rasakan adalah pemandangan alam pantai dan bukit-bukit yang dipenuhi dengan pepohonan yang nan hijau lebat atau melihat tari-tarian suku warga setempat. Untuk mencapai kelokasi, bisa dimulai dari Bandar Udara Mali-Alor ke Takpala dengan menggunakan kendaraan pribadi. Atau menggunakan kendaraan umum dari Terminal Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor jurusan Bukapiting, turun di Takalelang.[wlmn]

PESONA PULAU ALOR

SEBUAH panorama indah terhampar di depan mata. Sungguh memesona. Pulau Tereweng, sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang tampak tenang. Di sebelah kirinya ada Pulau Pantar, merupakan pulau terbesar kedua di Alor, masih lelap tertidur dibungkus dingin pagi itu. Pulau Tereweng terlewati, bertemulah Pulau Pura. Di hari sepagi itu, pulau kecil yang terletak di depan Selat Kalabahi tersebut sudah menantang setiap mata yang memandang. Puncak Gunung Pura dengan kemiringan medan mendekati 90 derajat nan gersang itu tampak angkuh. Di depan Wulau Pura ada sebuah pulau kecil, Kepa, demikian pulau ini biasa disebut. Di selat antara Pulau Kepa dan Pulau Alor, ada sebuah fenomena alam yang sangat unik. Pada waktu tertentu, muncul arus dingin. Saat muncul arus dingin ini, ikan-ikan akan melarikan diri ke darat. Munculnya arus dingin ini biasanya pada bulan Februari dan Oktober. Setiap kali peristiwa ini muncul, masyarakat bersama wisatawan menunggu di pinggir pantai untuk mengambil ikan-ikan segar...

Renungan : Kasih Ibu Sepanjang Jaman

Published by mamah Aline at 17:59 under fiksi karya mbak YSalma Hati Seorang Ibu Rahasia di balik rahasia “ Mas… mas… sudah gak kuat nih, bawa aku ke rumah sakit…!” teriakan Minuk memecah keheningan malam. Dibangunkannya sang suami yang lelap saat terasa kontraksi hebat di perut besarnya. Kesalnya memuncak, lelaki disampingnya tak kunjung membukakan mata. “Mas, gimana sih…! Perutku sakit sekali, sepertinya mau melahirkan sekarang… bangun mas, cepatlah..!” erangnya lagi. Sembari menggeliatkan raga yang terasa letih, Yus suami Minuk menyahut pelan, “Iya iya… tenang sedikit Ma, aku antar kamu ke rumah sakit sekarang.” “ Telepon Ibu, suruh kemari. Dia harus menjaga Andi anak kita selama aku di rumah sakit. Lagipula kenapa ibu sakit-sakitan terus sih…!” sungut Minuk mengomentari soal Bu Anik. Menyambar beberapa potong pakaian dan satu tas bayi, Minuk bergegas ke mobil menahan rasa mulas tak terelakkan. Tak lupa menghubungi adik-adiknya yang lain supaya menemuinya di rumah sakit...

Renungan Kehidupan

Semoga Bisa Menjadi Bahan Renungan Kita Bersama Ya.. By : Ust. Arief  B. Iskandar Saat Tulisaan saya tulis beberapa hari lagi kawan saya genap berusia 38 tahun.Ia kemudian berandai2 Sbb: andai jatah Hidup kita di dunia ini 60 tahun, dengan usia kita saat ini 38 tahun, berarti sisa hidup kita tinggal 12th lagi, andai jatah hidup kita 40 tahun, berarti sisa hidup kita tinggal 2 tahun lagi,bagaimana jika jatah umur kita sudah habis dan besok atau lusa malaikat Izrail mencabut nyawa kita..? Duh! Betapa Singkat hidup 38 tahun. Jika Demikian tidak akan terasa menjalani hidup yang lebih pendek lagi; 22 tahun,12 tahun, 2 tahun,atau malah cuma 2 hari lagi. Mendengar ocehannya, diam2 saya pun mulai merenungkan kata2nya.ia lalu melanjutkan Andai selama 38 tahun itu kita tidur selama 8jam/hari, berarti 1/3 hidup kita dipakai untuk tidur,yakni sekitar 12,7 th.Andai sisa waktu perhari yang tinggal 16 j...

Perenungan : HATI YANG JUJUR DAN TERBUKA

- Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 6 April 2010 - Baca: Lukas 18:9-14 “Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihaniah aku orang berdosa ini.” Lukas 18:13 Keadaan hati kita dalah faktor penting dalam hubungan dengan Tuhan karena yang dinilai Tuhan bukanlah paras, perawakan atau pun kepandaian, melainkan isi hati kita. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b), sebab “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” (Amsal 27:19) Untuk menggambarkan keadaan hati manusia, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai." (Lukas 18:10). Orang Farisi adalah tokoh agama yang tau banyak tentang isi Alkitab. Tapi sayang hatinya penuh kesombongan...

Sosok Seorang Ayah

Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu P...